Prophetic Commentary on the Qur'an (Tafseer of the Prophet (pbuh))
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَلْقَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ {وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ} قَالَ أَصْحَابُهُ وَأَيُّنَا لَمْ يَظْلِمْ فَنَزَلَتْ {إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ}Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Basysyar] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Syu'bah] dari [Sulaiman] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari ['Abdullah radliallahu 'anhu] dia berkata; Tatkala turun ayat; "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman… (Al An'am: 82). Para sahabat berkata; 'Mana ada di antara kita yang tidak pernah berbuat zhalim? lalu turunlah ayat: "sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar
Dari Sahih al-Bukhari, yang riwayat-riwayatnya diterima para ulama sebagai sahih.