Oneness, Uniqueness of Allah (Tawheed)
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ " مَا بَعَثَ اللَّهُ مِنْ نَبِيٍّ إِلاَّ أَنْذَرَ قَوْمَهُ الأَعْوَرَ الْكَذَّابَ، إِنَّهُ أَعْوَرُ، وَإِنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ، مَكْتُوبٌ بَيْنَ عَيْنَيْهِ كَافِرٌ ".Telah menceritakan kepada kami [Hafs bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepada kami [Qatadah] berkata, aku mendengar [Anas] radliyallahu'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Tidaklah Allah mengutus seorang nabi pun melainkan telah mengingatkan kaumnya terhadap si buta sebelah dan si pendusta, ingatlah bahwa dajjal adalah buta sebelah, sedang Rabb kalian tidak buta sebelah, tertulis diantara kedua matanya KAFIR
Dari Sahih al-Bukhari, yang riwayat-riwayatnya diterima para ulama sebagai sahih.